Mukaddimah Quran Suci Tafsir Muhammad Ali

Mukaddimah Quran Suci Tafsir Muhammad Ali

Quran Suci Muhammad Ali

Sikap Lapang Dada terhadap Agama-agama Lain

Beriman kepada semua Nabi
Salah paham yang sudah umum dan berurat berakar ialah bahwa Qur’an mengajarkan sikap yang tidak toleran, dan bahwa Nabi Muhammad saw. menyiarkan agama dengan pedang di tangan yang satu, dan Qur’an di tangan yang lain. Pengertian yang salah itu tak boleh berlarut-larut. Ajaran pokok agama Islam tentang iman kepada sekalian Nabi, sudah cukup sebagai sanggahan terhadap tuduhan palsu itu. Jiwa besar dan lapang dada yang bukan saja mengajarkan supaya mencintai dan menghormati sekalian pendiri agama di dunia, melainkan pula supaya beriman kepada mereka, tak mungkin mengerut menjadi sikap tak toleran terhadap mereka. Sebenarnya, kata toleransi belumlah cukup untuk menggambarkan sikap lapang dada agama Islam terhadap agama-agama lain. Islam mengajarkan kecintaan yang sama terhadap semua Nabi, penghormatan yang sama terhadap semua Nabi, dan iman yang sama kepada semua Nabi.
Tak ada paksaan dalam Agama
Selanjutnya, sikap tak toleran tak mungkin dialamatkan kepada Kitab yang tidak membenarkan sama sekali adanya paksaan di lapangan agama. Dengan kata-kata yang tegas Qur’an berfirman: “Tak ada paksaan dalam agama” (2:256). Sebenarnya, dalam Qur’an terdapat banyak ayat yang menerangkan bahwa memeluk agama ini atau itu adalah urusan pribadi orang-seorang, dan ia diberi kebebasan memilih jalan ini atau jalan itu; jika ia memilih yang benar, ini akan menguntungkan ia sendiri, dan jika ia memilih yang salah, ini akan merugikan ia sendiri. Di bawah ini kami kutipkan beberapa ayat:

“Sesungguhnya telah Kami tunjukkan jalan kepadanya; ia boleh berterima kasih dan boleh pula tak terima kasih.” (76:3)
“Dan katakanlah, Kebenaran itu dari Tuhan kamu; maka barangsiapa suka, ia boleh beriman, dan barangsiapa suka, ia boleh menolak.” (18:29)
“Sesungguhnya tanda bukti yang terang telah datang kepada kamu dari Tuhan kamu; maka barangsiapa melihat, ini adalah untuk kebaikan dia sendiri; dan barangsiapa yang membuta, ini adalah kerugian dia sendiri.” (6:104)
“Jika kamu berbuat baik, kamu berbuat baik untuk jiwa kamu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, ini untuk kerugian jiwa (kamu sendiri).” (17:7)

[button color=”red” size=”big” link=”https://desainbuku.com/?product=1559″ target=”blank” ]Qur’an Suci Terjemah & Tafsir bisa Anda dapatkan disini[/button]

Share this post

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: