Google docs

Google docs

Era Internet merupakan langkah besar dalam peradaban dunia, dimana seolah-olah dunia disatukan dalam layar kaca. Kebutuhan zaman kini akan kecepatan dan ketepatan serta biaya yang minimal terpenuhi dengan adanya Internet. Penggunaan fasilitas Internet kini tidak hanya terbatas dalam mengirim surat maupun sebagai arus informasi, melainkan juga banyak dimanfaatkan untuk bekerja secara bersama–sama secara online dan realtime tanpa harus menginstall software dikomputer yang kita gunakan, semuanya sudah tersedia di server  yang lebih dikenal dengan cloud computing. Salah satu contoh penggunaan cloud computing  adalah google docs (gdocs). Gdocs ini memungkinkan kita memanfaatkan teknologinya tanpa menginstalasi program document editing seperti microsoft word, excell dan sebagainya. Tentu saja kelebihan cloud computing bukan hanya itu saja melainkan sarana cloud computing-nyamemungkinkan para penggunanya bekerja online bersama-sama pada saat yang bersamaan tanpa harus berada di tempat yang sama. Dalam bahasa sederhananya, gdocs merupakan suatu program pengolahan data seperti ms word, bedanya kita tidak perlu menginstal software ms word tersebut, dan orang-orang yang telah kita kasih link gdocs tersebut bisa turut mengedit, menambahkan dan mengurangi kata-kata atau kalimat. Dengan cloud computing ini kendala jarak dan waktu bisa diabaikan.  Untuk lebih jelasnya bisa di klik disini (http://www.google.com/google-d-s/documents/)

Mengadopsi kecanggihan zaman cloud computing tersebut, Desainbuku kini memanfaatkan fasilitas itu dengan me-link naskah yang terupload di gdocs ke file indesign. Manfaat link naskah gdocs ke indesign adalah editor, penulis, proofreader, atau siapapun yang berkepentingan terhadap naskah itu mempunyai kebebasan 100% untuk mengedit naskahnya di gdocs walau sedang dalam proses atau sudah selesai  proses lay-out dan setting. Uniknya walaupun edit di gdocs, apapun yang di edit itu hasil editannya akan otomatis ter up-date di file indesignnya. Jadinya dengan terlinknya naskah di gdocs di file indesign, maka misalnya, editor di aceh, penulis di Jerman, proofreader di Singapore, dan setternya merupakan karyawan Desaibuku yang berdomisili di Jakarta, maka mereka bisa secara bersama-sama menggarap naskah sementara petugas design layoutnya memprosesnya di Indesign.

Share this post

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: